Jumat, 26 Oktober 2018

PROLANIS

 KEGIATAN PROLANIS UPTD PUSKESMAS TIUDAN


Senam PROLANIS



Penyuluhan PROLANIS 

Jumat, 07 September 2018

LOKAKARYA MINI PKM.TIUDAN

LOKMIN
UPTD PUSKESMAS TIUDAN

Bertempat di ruang pertemuan UPTD Puskesmas Tiudan hari rabu (05-09-2018) dilaksanankan lokakarya mini yang diikuti para pemegang program dan staf karyawan dipimpin oleh kepaa puskesmas. 
yd.tdn

Jumat, 27 April 2018

PERTEMUAN TATA LAKSANA PENYAKIT KUSTA - UPTD PUSKESMAS TIUDAN

Bertempat di Balai Desa Bendungan hari ini Jumat tanggal 27 April 2018 Pengelola Program Kusta UPTD Puskesmas Tiudan melaksanakan pertemuan dalam rangka penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya dan ciri-ciri penderita kusta. Pertemuan dihadiri oleh Kepala Puskesmas dan perwakilan dari tiap desa di wilayah kerja. Narasumber dari dinas kesehatan kabupaten Tulungagung Bpk. Muhroji, S.Kep.Ners. 
Para peserta antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber yang sangat cakap menyampaikan materi. Gelak tawa sesekali terdengar dari para peserta membuat suasana menjadi semarak dan menghilangkan kejenuhan tetapi tidak mengurangi perhatian pada materi yang disampakan. 
materi yang disampaikan berkaitan dengan tanda dan gejala penyakit Kusta, serta pemeriksaan penyakit Kusta. Para peserta terutama kader diharapkan ikut serta dalam penemuan suspect Kusta pada masyarakat 

Jumat, 09 Maret 2018

SAYANGI BUMI, BERSIHKAN DARI SAMPAH




Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, UPTD Puskesmas Tiudan melakukan serangkaian kegiatan antara lain sosialisasi tema 'SAYANGI BUMI, BERSIHKAN DARI SAMPAH' dengan tagline #Bersih Bisa Kok. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui surat pemberitahuan ke instansi terkait di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tiudan terkait tema, tagline dan agenda kegiatan selama program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dilaksanakan mulai 21 Januari - 21 April 2018. Sosialisasi juga dilakukan di tempat-tempat umum, dan di lingkungan UPTD Puskesmas Tiudan sendiri ada Petugas yang menyampaikan himbauan Peduli Sampah kepada pengunjung Puskesmas. 'Kita sosialisasikan apa tema dari HPSN tahun 2018 kepada pengunjung atau pasien, dengan harapan mereka turut berperan serta dalam mensukseskan agenda TBBS dan tetap membiasakan melakukan pengelolaan sampah dengan benar di lingkungan mereka serta membudayakan membuang sampah pada tempatnya...', demikian ulasan Rosdiana Setyo Lasmowati, SKM selaku Kepala UPTD Puskesmas Tiudan pada acara Lokakarya mini bulanan UPTD Puskesmas Tiudan untuk ditindaklanjuti oleh Sanitarian Puskesmas sebagai penanggung jawab pelaksanaan kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2018. Pencanangan kegiatannya dilaksanakan secara sederhana dengan ditandai pemasangan poster peduli sungai dan penandatanganan kesepakatan bahwa sungai bukan tempat membuang sampah atau limbah. Kegiatan pencanangan ini dilaksanakan di bantaran sungai Kleben dan Siwalan, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang.
Selain sosialisasi, ada kegiatan Kampanye Gerakan Masyarakat Peduli Sampah melalui himbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, bersih sungai dan bersih tempat-tempat umum. Himbauan disampaikan selain melalui surat edaran dan ledang atau penyuluhan keliling, juga dengan penyebaran stiker dan leaflet. Puncaknya, diadakan kerja bakti masal yang dilaksanakan serempak pada hari Jum'at tanggal 9 Maret 2018 kemarin di intitusi Desa dan Sekolah yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tiudan. 
UPTD Puskesmas Tiudan sendiri membuat jargon #Ayooo...Lihat Sampah langsung Ambil.

Semoga dengan serangkaian kegiatan tersebut dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lebih sehat, serta dapat memberi kontribusi di dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tiudan.

#Bravo Puskesmas Tiudan



Kerja bakti masal HSPN 2018


Senin, 06 Maret 2017

GEMES CANDA



GEMES CANDA
(Gerakan Meraih Sehat - Cinta Anak dan Bunda)
UPTD PUSKESMAS TIUDAN TULUNGAGUNG
Setiap tiga menit, di manapun di Indonesia, satu anak balita meninggal dunia. Sebagian besar dari kejadian kematian anak ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), yaitu di bulan pertama kehidupan. Selain itu, setiap jam, satu perempuan meninggal dunia ketika melahirkan atau karena sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan (Ringkasan Kajian Unicef Indonesia, Oktober 2012). 
Berdasarkan sweeping dan pengalaman sehari-hari para bidan yang memberikan pelayanan kesehatan, bahwa hampir semua ibu hamil yang melakukan kontak dengan tenaga kesehatan mempunyai alat komunikasi berupa handphone android
Dari fakta ini muncul gagasan untuk memanfaatkan handphone android dalam rangka meningkatkan kunjungan ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan sesuai standar serta menekan missed opportunity (ibu hamil yang tidak menerima pelayanan sebagaimana seharusnya pada saat kontak dengan tenaga kesehatan). Dari sekian banyak aplikasi dalam handphone android dipilihlah aplikasi Whatsapp

Melalui Gemes Canda, diharapkan dapat dicapai beberapa tujuan sebagai berikut
1. Meningkatkan kunjungan ibu hamil
2. Meningkatkan deteksi dini terhadap masalah/penyakit yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin
Gemes Canda dipilih sebagai program inovasi karena beberapa kelebihan sebagai berikut :
1.    Gemes Canda menggunakan aplikasi Whatsapp yang berdasarkan survei awal merupakan media sosial yang paling banyak digunakan baik oleh petugas kesehatan maupun anggota masyarakat yang lain di wilayah kerja Puskesmas Tiudan utamanya ibu hamil. Whatsapp juga dipilih karena aplikasinya yang sederhana, mudah, murah dan bisa digunakan di seluruh wilayah kerja Puskesmas Tiudan melalui jaringan operator seluler yang tersedia.
2.    Dengan Gemes Canda, ibu hamil dapat melakukan interaksi  secara langsung dengan tenaga kesehatan selama 24 jam sehari 7 hari seminggu, sehingga permasalahan kesehatan yang dihadapi ibu hamil dapat segera dikomunikasikan dengan petugas kesehatan untuk segera mendapatkan saran solusinya.
3.    Gemes Canda menjadi sarana promosi kesehatan yang mengunggah informasi kesehatan di grup sehingga menjadi tambahan wawasan bagi anggotanya. Berbagai informasi kesehatan yang diunggah oleh tenaga kesehatan akan efektif sampai ke anggota dengan cepat.
4.    Gemes Canda menjadi sarana meningkatkan pelayanan kesehatan lebih fleksibel, diantaranya dengan membuat perjanjian jadwal pelayanan antara petugas kesehatan dan ibu hamil.
semoga inovasi ini dapat menjaring dan mendeteksi ibu hamil beresiko tinggi dengan harapan perencanaan persalinanya bisa dilakukan dengan baik.
Harapan inovasi ini bisa direplikasikan ke puskesmas yang lain di wilayah kabupaten Tulungagung.
(sw-pkm.tiudan)