Bertempat di Balai Desa Bendungan hari ini Jumat tanggal 27 April 2018 Pengelola Program Kusta UPTD Puskesmas Tiudan melaksanakan pertemuan dalam rangka penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya dan ciri-ciri penderita kusta. Pertemuan dihadiri oleh Kepala Puskesmas dan perwakilan dari tiap desa di wilayah kerja. Narasumber dari dinas kesehatan kabupaten Tulungagung Bpk. Muhroji, S.Kep.Ners.
Para peserta antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber yang sangat cakap menyampaikan materi. Gelak tawa sesekali terdengar dari para peserta membuat suasana menjadi semarak dan menghilangkan kejenuhan tetapi tidak mengurangi perhatian pada materi yang disampakan.
materi yang disampaikan berkaitan dengan tanda dan gejala penyakit Kusta, serta pemeriksaan penyakit Kusta. Para peserta terutama kader diharapkan ikut serta dalam penemuan suspect Kusta pada masyarakat
Dalam
rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, UPTD Puskesmas
Tiudan melakukan serangkaian kegiatan antara lain sosialisasi tema 'SAYANGI
BUMI, BERSIHKAN DARI SAMPAH' dengan tagline #Bersih Bisa Kok.
Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui surat pemberitahuan ke instansi terkait
di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tiudan terkait tema, tagline dan agenda
kegiatan selama program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS)
dilaksanakan mulai 21 Januari - 21 April 2018. Sosialisasi juga dilakukan di
tempat-tempat umum, dan di lingkungan UPTD Puskesmas Tiudan sendiri ada Petugas
yang menyampaikan himbauan Peduli Sampah kepada pengunjung Puskesmas. 'Kita
sosialisasikan apa tema dari HPSN tahun 2018 kepada pengunjung atau pasien,
dengan harapan mereka turut berperan serta dalam mensukseskan agenda TBBS dan
tetap membiasakan melakukan pengelolaan sampah dengan benar di lingkungan
mereka serta membudayakan membuang sampah pada tempatnya...', demikian ulasan
Rosdiana Setyo Lasmowati, SKM selaku Kepala UPTD Puskesmas Tiudan pada acara
Lokakarya mini bulanan UPTD Puskesmas Tiudan untuk ditindaklanjuti oleh
Sanitarian Puskesmas sebagai penanggung jawab pelaksanaan kegiatan dalam rangka
Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2018. Pencanangan kegiatannya dilaksanakan
secara sederhana dengan ditandai pemasangan poster peduli sungai dan
penandatanganan kesepakatan bahwa sungai bukan tempat membuang sampah atau
limbah. Kegiatan pencanangan ini dilaksanakan di bantaran sungai Kleben dan
Siwalan, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang.
Selain
sosialisasi, ada kegiatan Kampanye Gerakan Masyarakat Peduli Sampah melalui
himbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, bersih sungai dan bersih
tempat-tempat umum. Himbauan disampaikan selain melalui surat edaran dan ledang
atau penyuluhan keliling, juga dengan penyebaran stiker dan leaflet. Puncaknya,
diadakan kerja bakti masal yang dilaksanakan serempak pada hari Jum'at tanggal
9 Maret 2018 kemarin di intitusi Desa dan Sekolah yang ada di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Tiudan.
UPTD
Puskesmas Tiudan sendiri membuat jargon #Ayooo...Lihat Sampah langsung
Ambil.
Semoga
dengan serangkaian kegiatan tersebut dapat mewujudkan lingkungan yang lebih
bersih dan lebih sehat, serta dapat memberi kontribusi di dalam upaya
peningkatan kualitas lingkungan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tiudan.
Setiap
tiga menit, di manapun di Indonesia, satu anak balita meninggal dunia. Sebagian besar dari
kejadian kematian anak ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), yaitu di
bulan pertama kehidupan. Selain itu,
setiap jam, satu perempuan meninggal dunia ketika melahirkan atau karena
sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan (Ringkasan Kajian Unicef Indonesia, Oktober 2012).
Berdasarkan sweeping dan pengalaman sehari-hari para bidan yang memberikan
pelayanan kesehatan, bahwa hampir semua ibu hamil yang melakukan kontak dengan tenaga
kesehatan mempunyai alat komunikasi berupa handphone
android
Dari fakta ini muncul gagasan untuk memanfaatkan
handphone android dalam rangka
meningkatkan kunjungan ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan sesuai
standar serta menekan missed opportunity
(ibu hamil yang tidak menerima pelayanan sebagaimana seharusnya pada saat
kontak dengan tenaga kesehatan). Dari sekian banyak aplikasi dalam handphone android dipilihlah aplikasi Whatsapp
Melalui Gemes Canda, diharapkan dapat
dicapai beberapa tujuan sebagai berikut
1. Meningkatkan
kunjungan ibu hamil
2. Meningkatkan deteksi dini terhadap
masalah/penyakit yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin
Gemes Canda dipilih sebagai program inovasikarena beberapa kelebihan
sebagai berikut :
1.Gemes
Canda menggunakan aplikasi Whatsapp yang
berdasarkan survei awal merupakan media sosial yang paling banyak digunakan baik oleh petugas kesehatan
maupun anggota masyarakat yang lain di wilayah kerja
Puskesmas Tiudan utamanya ibu hamil. Whatsappjuga
dipilih karena aplikasinya yang sederhana, mudah, murah
dan bisa digunakan di seluruh wilayah kerja Puskesmas Tiudan melalui jaringan
operator seluler yang tersedia.
2.Dengan Gemes Canda, ibu hamil dapat melakukaninteraksi
secara langsung dengan tenaga kesehatan
selama 24 jam sehari 7 hari seminggu, sehingga permasalahan kesehatan yang dihadapi
ibu hamil dapat segera dikomunikasikan dengan petugas kesehatan untuk segera mendapatkan saran solusinya.
3.Gemes
Canda menjadi sarana promosi kesehatan yang
mengunggah informasi kesehatan di grup sehingga menjadi tambahan
wawasan bagi anggotanya. Berbagai informasi kesehatan yang diunggah oleh tenaga kesehatan akan
efektif sampai ke anggota dengan cepat.
4.Gemes
Canda menjadi sarana meningkatkan pelayanan kesehatan lebih fleksibel,
diantaranya dengan membuat
perjanjian jadwal pelayanan antara
petugas kesehatan dan ibu hamil.
semoga inovasi ini dapat menjaring dan mendeteksi ibu hamil beresiko tinggi dengan harapan perencanaan persalinanya bisa dilakukan dengan baik.
Harapan inovasi ini bisa direplikasikan ke puskesmas yang lain di wilayah kabupaten Tulungagung.